UNNES featured slide 1 title

Universitas Negeri Semarang(Unnes) adalah universitas konservasi. Konservasi memang telah menjadi visi kami. Lengkapnya, universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera.

BIMBINGAN DAN KONSELING

Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Unnes menyiapkan Sarjana yang kompeten dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling di SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Di samping itu mempunyai kewenangan sebagai guru bimbingan dan konseling di SD, komunitas sosial, widyaiswara bimbingan dan konseling, dan instruktur bimbingan dan konseling profesional yang berwawasan konservasi

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

FIP menjadi fakultas yang andal dalam mengembangkan ilmu, mendidik calon tenaga akademik dan profesional di bidang pendidikan dan psikologi yang berwawasan lingkungan, sosial, kultural ketaqwaan dan memiliki kemampuan bersaing pada tingkat regional, nasional dan internasional

MISI FIP

FIP menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional di bidang kependidikan dan non kependidikan pada berbagai jenjang serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pendidikan dan psikologi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan ketaqwaan.

KONSERVASI UNNES

Universitas Konservasi adalah universitas yang dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi (perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari) baik konservasi terhadap sumber daya alam, lingkungan, seni dan budaya.

Jumat, 02 Januari 2015

Cyber Counseling ???


Konseling Melalui Dunia Maya (Cyber Counseling)
Oleh. Dra. Rudi Mulyatiningsih, M.Pd
Di zaman modern ini, setiap individu termasuk siswa dituntut siap bersaing meraih kualitas hidup agar dapat mandiri. Tak jarang, dalam proses mencapai kemandirian itu siswa menghadapi masalah yang membebani perkembangan fisik dan psikologisnya. Kadang, permasalahan tersebut tidak mampu diatasi sendiri oleh siswa. Mereka memerlukan pelayanan yang secara sistematis mampu membantu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (effektive daily living).
Konseling perorangan merupakan salah satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk membantu siswa dalam memecahkan  masalah. Andi Mapiare (1984) mendefinisikan konseling perorangan sebagai usaha membantu klien secara tatap muka dengan tujuan klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap masalah yang dihadapi. Dari definisi konseling tersebut, jelas bahwa dalam melaksanakan konseling perorangan antara konselor dan klien harus tatap muka secara face to face.
Lantas bagaimana jika ada siswa yang sedang menghadapi masalah genting dan ingin konseling dengan guru BK tetapi tidak memungkinkan bertatap muka karena perbedaan tempat? Coba bayangkan, ketika ada siswa yang berada jauh dari guru BK menelpon sambil menangis, “Bunda…tolong saya! Saya bingung bunda, saya ingin mati saja. Sekarang saya ingin curhat dengan Bunda.” Apakah guru BK harus menolaknya hanya karena tidak dapat bertatap muka secara face to face dengan klien?
Didasari hati yang tulus ingin membantu sesama, saya sebagai guru BK tentu akan berusaha membantu siswa tersebut dengan tetap face to face meskipun berbeda tempat, di luar negeri sekalipun. Inovasi yang saya lakukan yaitu konseling melalui dunia maya (cyber counseling).
Di era zaman teknologi ini hampir semua sekolah menyediakan jaringan internet sehingga cyber counseling cukup mudah dilakukan oleh guru BK. Strategi ini sangat efektif untuk mengatasi kendala kesulitan tatap muka antara konselor dan klien yang berjauhan tempat.
Dengan melakukan cyber counseling berarti konselor dalam melaksanakan tugasnya telah berdasar pada landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk cyber counseling.
Yang saya maksud konseling melalui dunia maya adalah dengan memanfaatkan telepon video atau video call di jejaring sosial facebook. Dengan model konseling ini, konselor dan klien tetap dapat bertatap muka dan berkomunikasi lisan sebagai inti konseling. Konselor tetap dapat menunjukkan empati dan perhatian penuh pada klien, melihat mimik dan gerak gerik klien, dan saling berkomunikasi verbal.
Saya percaya jika sebagian besar guru BK sudah sangat akrab dan sering memanfaatkan jejaring sosial facebook untuk berkomunikasi dengan teman, sehingga saya tidak akan menjelaskan tentang cara membuat akun facebook.
Dalam tulisan akan saya paparkan tentang etika melaksanakan cyber counseling dan proses konseling melalui face book
Etika Cyber Counseling
Untuk dapat menyelenggarakan cybercounseling, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan. Pertama adalah hal yang berkaitan dengan posisi konselor dan klien. Dalam hal ini hendaklah konselor sepenuhnya mencurahkan perhatian kepada klien dan klien dapat sepenuhnya memperhatikan konselor. Klien benar-benar melihat dan merasakan bahwa konselor dalam kondisi selalu memperhatikan diri klien dan permasalahannya. Selama konseling, suara, mimik, gerak-gerik klien dan konselor jelas ditangkap oleh kedua belah pihak, dan keduanya merasa dekat satu sama lain. Dengan demikian selama proses konseling melalui telepon video di facebook hendaknya konselor dan klien selalu di depan kamera sehingga dapat saling melihat.
Kedua, etika yang berhubungan dengan asas konseling perorangan. Ada beberapa asas yang perlu dipegang teguh dalam melaksananan cybercounseling, yaitu (1) Asas kerahasiaan yang menuntut dijaminnya semua rahasia pribadi klien. Keyakinan klien akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya konseling. Konselor tidak boleh merekam proses cyber counseling tanpa izin klien. Selama proses konseling melalui telelpon video tidak boleh ada orang lain di sekitar konselor atau klien, (2) Asas kesukarelaan dan keterbukaan, menuntut adanya kesukarelaan penuh dari klien untuk menjalani proses konseling. Adanya kesukarelaan pada klien diharapkan akan muncul keterbukaan klien pada konselor yang menunjang keberhasilan konseling, (3) Asas kenormatifan yang menuntut adanya kaidah dan norma yang berlaku, baik norma agama, adat, hukum, dan kebiasaan selama cyber counseling. Sebelum proses konseling melaluitelepon video alangkah baiknya jika konselor menyampaikan aturan-aturan kepada klien, misalnya pakaian harus sopan, dan (4) Asas kemandirian, yaitu keputusan diambil oleh klien sendiri dan sanggup menanggung resiko akibat keputusannya tersebut.
Ketiga, hal yang berkaitan dengan keterampilan konseling. Selama cyber counseling konselor dituntut terus menggunakan keterampilan konseling, mulai dari attending (penerimaan), responding (merespon), understanding (pemahaman), personalizing (mempersonalisasikan), acting (pengambilan tindakan), dan initiating (menginisiasiakan). Penggunaan media teknologi telepon video hendaklah tidak jadi penghalang konselor untuk melakukan keterampilan konseling. Melalui telelpon video facebook, konselor tetap dapat menunjukkan sikap penerimaan terhadap klien, baik melalui kontak mata, gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun ungkapan verbal. Konselor dapat melihat dan mendengarkan klien dan klien dapat melihat dan mendengar respon dari konselor.
Bagaimana Konseling Melalui Video Call Facebook
Untuk dapat meyelenggarakan konseling melalui panggilan video di facebook ,konselor dan klien harus sudah terhubung sebagai teman. Sebelum konseling dimulai sebaiknya klien dan konselor membuat kesepakatan waktu pelaksanaan yang bisa dilakukan melalui pesan ataupun obrolan di facebook. Kesepakatan waktu penting dilakukan agar keduanya dapat bersama-sama on line di facebook. Konseling melalui telepon video facebook hanya dapat dilakukan jika konselor dan klien sama-sama on line.
Lalu bagaimana cara melalukan konseling melalui telepon video facebook?Cara menggunakan video call atau panggilan telepon facebook untuk konseling adalah (1) Konselor dan klien menghidupkan percakapan facebook, (2) Buka halaman facebook video calling, lalu klik tombol telepon di bagian atas profil konselor atau klien tergantung siapa yang menghubungi, (3) Di halaman tersebut akan tersedia tombol mulai. Baik konselor atau klien dapat memangil terlebih dahulu dengan mengklik tombol mulai, (4). Jika klien yang memanggil konselor, maka di layar konselor akan muncul tobol jawab telepon. Untuk menjawab panggilan, klik tombol jawab tersebut.
Ketika konselor dan klien sudah terhubung melalui video call facebook, di layar monitor konselor akan muncul gambar hidup klien, dan sebaliknya, Artinya, konselor dan klien sudah bertatap muka.
Karena inti dari proses konseling adalah dengan wawancara, maka konselordan klien harus dapat saling mendengar dan berkomunikasi verbal. Oleh sebab itu keduanya perlu menggunakan earphone yang terhubung ke laptop.
Selanjutnya proses konseling berjalan seperti biasa, sama ketika konselor dan klien berdekatan dan tatap muka langsung. Jika ingin mengakhiri, klik tombol tutup video.
Tak kalah penting, untuk kesuksesan konseling melalui video call facebook, diperlukan elemen-elemen kunci. Truax daCarkhuf (1967) mengemukakan elemen kunci konseling perorangan tersebut adalah, (1) pemahaman empatik yang akurat bukan hanya menyangkut kepekaan konselor terhadap perasaan-perasaan klien, tetapi juga mencakup kemampuan konselor dalam mengkomunukasikan pemahaman tersebut, (2) kehangatan yang tidak dibuat-buat (non possive warmith), berarti bahwa konselor tidak menilai pribadi klien, tidak menuntut syarat-syarat tertentu pada klien, dan menerima serta mengayomi konselor sebagai individu, (3) ketulusan (genuineness), konselor bersikap wajar, tidak bersandiwara, tidak berbeda apa yang dikatakan dan apa yang di hatinya, dan obyektif, dan (4) kekongkritan dan kekhasan (concreteness dan specificity), yaitu pernyataan konselor mengacu kepada perasaan, pengalaman, dan perilaku khusus klien.
Selama konseling melalui video call facebook idealnya konselor tetap bisa menunjukkan kepribadian efektif tersebut. Apa pun yang dilihat konselor tentang klien melalui facebooknya (status, foto, komentar teman), hendaklah tidak dijadikan acuan untuk menilai klien, tetapi tetap berpikir obyektif dan menerima klien tanpa syarat.
Bagi teman-teman guru BK atau siswa yang akan melakukan konseling melalui video call facebook, pastikan bahwa laptop keduanya sudah diinstal soft ware video call facebook. Jika belum, maka konselor dan klien perlu mengunduh filenya melalui google. Klik dan simpan untuk mempersiapkan telepon video facebook dan jalankan file yang diunduh. Setelah persiapan selesai, siap nikmati konseling melalui video call.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa proses konseling melalui video call face book tidak mengurangi kualitas hubungan antara konselor dan klien. Konselor tetap dapat mendengar suara klien, melihat gerak tubuh, ekspresi wajah, dan semua kondisi fisik serta ekspresi emosi klien. Konselor tetap dapat menerapkan keterampilan konseling individual baik secara verbal maupun non verbal. Sebaliknya, klien juga dapat mengekpresikan perasannya, menceritakan masalahnya, dan melakukan komunikasi verbal dengan konselor. Dengan kata lain, semua prinsip konseling individual terpenuhi dalam cyber counseling.
Akhirnya, saya mengajak para guru BK untuk terus berinovasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru BK profesional. Semoga tulisan ini dapat membantu guru BK untuk terus meningkatkan pelayanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Jarak tempat tidak perlu menjadi penghalang karena teknologi sudah memfasilitasi kita tuk terus melakukan tugas kemanusiaan.
Selamat melakukan konseling video call dari facebook. Sungguh bahagia ketika kita dapat membantu sesama. Di bawah ini saya lampirkan panduan berupa gambar untuk lebih memudahkan teman-teman guru BK belajar cybercounseling.
Rudi Mulyatiningsih,
Guru BK SMP Negeri 3 Karangreja, Kabupaten Purbalingga

Macam-Macam Budaya Indonesia


Macam Macam Kebudayaan Yang Ada Di Indonesia



Budaya Indonesia adalah  seluruh kebudayaan  nasional,kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asing yang telah  ada di Indonesia  sebelum  Indonesia merdeka pada tahun 1945.

A. Kebudayaan Nasional
       definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.11 tahun 1998 yakni :

"Kebudayaan nasional  yang berdasarkan pancasila adalah  perwujudan cipta,karya dan karsa  bangsa  Indonesia  dan merupakan keseluruhan daya upaya  manusia  Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat  bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada  pembangunan nasional dalam segenap  kehidupan bangsa. Dengan demikian pembangunan nasional merupakan pembangunan yang berbudaya."

Disebut juga pada pasal selanjutnya  bahwa kebudayaan nasional juga mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. tampaklah bahwa  kebudayaan nasional  yang dirumuskan oleh pemerintah  berorientasi pada pembangunan nasional  yang di landasi oleh  semangat pancasila.

B. Kebudayaan Lokal
       Budaya local sering  disebut juga sebagai  kebudayaan daerah. Menurut Parsudi Suparlan ada 3 macam kebudayaan dalam Indonesia yang majemuk, yaitu :

  • Kebudayaan nasional  Indonesia yang berlandasan Pancasila dan UUD 1945.
  • Kebudayaan suku bangsa, terwujud pada kebudayaan suku bangsa dan menjadi unsur pendukung bagi  lestarinya  kebudayaan suku bangsa tersebut.
  • Kebudayaan umum likal yang berfungsi dalam pergaulan umum (ekonomi, politik, social, dan emosional) yang berlaku dalam local-local di daerah.  


KEBUDAYAAN JAWA
Propinsi Jawa Tengah terletak di Pulau Jawa dan beribukota di Semarang. Terbagi menjadi 35 kabupaten dan kota. Jawa Tengah memiliki adat istiadat dan budaya yang unik. Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa.

Rumah adat di Indonesia bermacam-macam bentuknya dan mempunyai nilai seni masing-masing. Karena rumah merupakan suatu yang sangat penting, selain sebagai tempat tinggal rumah berfungsi untuk melindungi dari tantangan alam dan lingkungannya. Kita juga dapat melakukan aktivitas penting didalamnya, tidak hanya diluar rumah saja.
Coba kita lihat salah satu dari rumah adat yang ada di Indonesia, yaitu rumah adat Jawa. Rumah Jawa ldbih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan.
Contohnya saja kita lihat rumah adat dari Provinsi Jawa Tengah yaitu rumah joglo. Joglo merupakan rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu. Rumah bentuk ini mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang yang mampu. Pada masa lampau masyarakat jawa yang mempunyai rumah joglo hanya kaum bangsawan seperti sang pangeran dan kaum orang yang terpandang, karena rumah ini butuh bahan bngunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk lain. Di zaman yang semakin maju ini rumah joglo digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.
Sirkulasi keluar masuknya udara pada rumah joglo sangat baik karena penghawaan pada rumah joglo ini dirancang dengan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. rumah joglo, yang biasanya mempunyai bentuk atap yang bertingkat-tingkat, semakin ke tengah, jarak antara lantai dengan atap yang semakin tinggi dirancang bukan tanpa maksud, tetapi tiap-tiap ketinggian atap tersebut menjadi suatu hubungan tahap-tahap dalam pergerakan manusia menuju ke rumah joglo dengan udara yang dirasakan oleh manusia itu sendiri.
Ciri khas atap joglo, dapat dilihat dari bentuk atapnya yang merupakan perpaduan antara dua buah bidang atap segi tiga dengan dua buah bidang atap trapesium, yang masing-masing mempunyai sudut kemiringan yang berbeda dan tidak sama besar. Atap joglo selalu terletak di tengah-tengah dan selalu lebih tinggi serta diapit oleh atap serambi. Bentuk gabungan antara atap ini ada dua macam, yaitu: Atap Joglo Lambang Sari dan Atap Joglo Lambang Gantung. Atap Joglo Lambang Sari mempunyai ciri dimana gabungan atap Joglo dengan atap Serambi disambung secara menerus, sementara atap Lambang Gantung terdapat lubang angin dan cahaya.
Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni,bahan bangunanya pun terdiri dari bahan-bahan yang berkualitas dan cukup mahal harganya, bangunanya pun sangat kokoh dengan pondasi yang sangat kuat oleh karena itu rumah ini sangat istimewa bagi adat jawa dan sangat dijaga kelestariannya sampai saat ini. Oleh karena itu rumah joglo adalah salah satu rumah yang berpengaruh bagi kelestarian adat daerah yang ada di Indonesia meskipun adat-adat daerah lain banyak juga yang mempunyai rumah adat yang mempunyai seni tersendiri.
Gambar diatas diambil saat saya dan kelompok melakukan observasi secara langsung di Taman Mini Indonesia Indah.
Tari Gambyong (Provinsi Jawa Tengah)

Gambyong merupakan tarian khas Jawa Tengah yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu.
Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.
Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul.
Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah dan harus mempunyai jiwa seni yang tinggi yang dapat mengikuti irama sampai kedalam perasaan pengendang tersebut. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.
Batik-Tulis Pekalongan (Provinsi Jawa Tengah)
Pakaian adat Jawa Tengah adalah Batik.Kita akan mudah menemukan batik di Propinsi ini karena dua diantara wilayahnya merupakan sentra penghasil batik.Solo dan Pekalongan adalah daerah penghasil batik yang telah memberikan kontribusi positif untuk melestarikan budaya bangsa.
Batik adalah suatu hasil karya yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di berbagai wilayah Indonesia banyak ditemui daerah-daerah perajin batik. Setiap daerah pembatikan mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya oleh karena itu kita harus menjaga kelestarianya. Dan salah satu daerah itu adalah Kabupaten Pekalongan. Batik di Pekalongan dapat dikategorikan sebagai batik pesisir yang mempunyai ciri khas pada motif kain hiasnya yang bersifat naturalis dan kaya warna. Ciri khas inilah yang memberikan identitas tersendiri bagi batik-tulis Pekalongan yang berbeda dengan batik lainnya, seperti batik-tulis Yogya atau Solo.
Lagu Daerah (Provinsi Jawa Tengah)
Lir Ilir – Provinsi Jawa Tengah
Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suraka surak hiyo
Lir Ilir adalah lagu daerah Jawa Tengah, nada dasar naturel (C), birama 2/4 dengan tempo alegretto. Lagu ini menggunakan bahasa Jawa dan sering dinyanyikan dengan iringan musik gamelan.
Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.
Makanan Khas Semarang (Provinsi Jawa Tengah)
Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari daerah Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak. Sehingga dapat dinikmati dengan lebih mudah.
..Pesan yang saya sampaikan..
“Kita harus bangga sebagai warga Negara Indonesia yang kaya akan beraneka ragam budaya yang dimiliki dari setiap propinsi, yang didalamnya mencakup: adat istiadat, kesenian, makanan, wisata, peninggalan-peninggalan bersejarah, dll. Kita sebagai generasi muda yang bertanggung jawab atas kelestarianya harus menjaga agar kebudayaan tidak terancam punah dan tidak dicuri oleh negara lain”. 

jawa tengah
jawa tengah
jawa tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah.
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota solo yang dikenal dengan kasunanan solo
budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi berikut beberapa foto terkait budaya jawa tengah :
kraton_solo_centraljava-surakarta
kraton_solo_centraljava-surakarta
batik
batik
ketoprak
ketoprak
pagelaran wayang kulit
pagelaran wayang kulit
tari srikandi/ tari panah
tari srikandi/ tari panah
ph_gamelan
pertujukan wayang orang
pertujukan wayang orang
sinden
sinden
tayub
tayub
Batik
Batik
adat jawa
adat jawa
keris


Kebudayaan  SUMATERA UTARA
Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km².
Sumatra Utara pada dasarnya dapat dibagi atas:
       Pesisir Timur
       Pegunungan Bukit Barisan
       Pesisir Barat
       Kepulauan Nias
Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya. Pada masa kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini termasuk residentie Sumatra's Oostkust bersama provinsi Riau.
Di wilayah tengah provinsi berjajar Pegunungan Bukit Barisan. Di pegunungan ini terdapat beberapa wilayah yang menjadi kantong-kantong konsentrasi penduduk. Daerah di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, merupakan daerah padat penduduk yang menggantungkan hidupnya kepada danau ini.
Pesisir barat merupakan wilayah yang cukup sempit, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari masyarakat Batak, Minangkabau, dan Aceh. Namun secara kultur dan etnolinguistik, wilayah ini masuk ke dalam budaya dan Bahasa Minangkabau.
Pada dasarnya, bahasa yang dipergunakan secara luas adalah Bahasa Indonesia. Suku Melayu Deli mayoritas menuturkan Bahasa Indonesia karena kedekatannya dengan Bahasa Melayu yang menjadi bahasa ibu masyarakat Deli. Pesisir timur seperi wilayah Serdang Bedagai, Pangkalan Dodek, Batubara, Asahan, dan Tanjung Balai, memakai Bahasa Melayu dialek "o" begitu juga di Labuhan Batu dengan sedikit perbedaan ragam. Di Kabupaten Langkat masih menggunakan bahasa Melayu dialek "e" yang sering juga disebut bahasa Maya-maya. Mayarakat Jawa di daerah perkebunan, menuturkan Bahasa Jawa sebagai pengantar sehari-hari.
Di kawasan perkotaan, orang Tionghoa lazim menuturkan Bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. Di pegunungan, masyarakat Batak menuturkan Bahasa Batak yang terbagi atas empat logat (Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Bahasa Nias dituturkan di Kepulauan Nias oleh suku Nias. Sedangkan orang-orang di pesisir barat, seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Mandailing Natal menggunakan Bahasa Minangkabau.
Sumatera  Utara yang kaya dengan budaya adat istiadat dan keindahan alamnya.
Sumatera Utara kaya dengan berbagai adat budaya atau etnis yang beragam antara lain : Etnis Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, Batak Pakpak Dairi, Batak Simalungun, Nias, Etnis Sibolga Pesisir, dan etnis pendatang.
Semua etnis memiliki nilai budaya masing-masing, mulai dari adat istiadat, tari daerah, jenis makanan, budaya dan pakaian adat juga memiliki bahasa daerah masing-masing. Keragaman budaya ini sangat mendukung dalam pasar pariwisata di Sumatera Utara. Walaupun begitu banyak etnis budaya di Sumatera Utara tidak membuat perbedaan antar etnis dalam bermasyarakat karena tiap etnis dapat berbaur satu sama lain dengan memupuk kebersamaan yang baik. kalau di lihat dari berbagai daerah bahwa hanya Sumatera Utara yang memiliki penduduk dengan berbagai etnis yang berbeda dan ini tentunya sangat memiliki nilai positif terhadap daerah sumatera utara.
Kekayaan budaya yang dimiliki berbagai etnis yaitu :
Batak Toba dengan Tarian Tortor, Wisata danau toba, wisata megalitik (kubur batu), legenda (cerita rakyat), adat budaya yang bernilai tinggi dan kuliner. 

Batak Karo yang terkenal dengan daerah Berastagi dengan alam yang sejuk dan indah, penghasil buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah menembus pasar global dan juga memiliki adat budaya yang masih tradisional. 

Etnis Melayu yang terkenal dengan berbagai peninggalan sejarah seperti Istana Maimoon, tari derah dan peninggalan rumah melayu juga masjid yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. 

Batak Angkola yang terkenal dengan kultur budaya yang beragam, mulai dari tari daerah adat istiadat dan merupakan penghasil salak (salak sidempuan) yang juga sudah dapat menembus pasar global.

Batak Pakpak Dairi yang dikenal dengan peninggalan sejarah megalitik berupa mejan dan patung ulubalang dan tentunya juga memiliki adat istiadat dan tari daerah juga alat musik yang khusus.
Etnis Simalungun memiliki peninggalan sejarah berupa Rumah Bolon atau yang dikenal dengan Museum Lingga/Rumah Bolon yang pada tempat itu masih terdapat berbagai peninggalan sejarah dan etnis Simalungun juga memiliki adat istiadat dan budaya yang tersendiri. 
Etnis Nias memiliki daerah yang kaya dengan wisata alam yang sangat menakjubkan yang telah memiliki nilai jual hingga ke mancanegara, daerah ini juga memiliki kekayaan situs megalitik dan daerah ini masih tergolong daerah yang orisinal yang belum terlindas dengan kemajuan zaman karena didaerah ini masih banyak peninggalan megalitik seperti kampung batu, nilai budaya yang tradisional dan banyak lagi yang sangat bernilai tinggi, dan menurut cerita masyarakat setempat, daerah tersebut sudah direncanakan untuk dijadikan salah satu zona situs megalitik yang dilindungi dunia. 
Etnis Sibolga Pesisir ini juga memiliki berbagai budaya dan adat istiadat yang khusus yang juga memiliki nilai sejarah yang sangat berharga.
Dari semua etnis tersebut maka dapatlah dikatakan bahwa Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya dan etnis juga sejarah yang patut untuk diperhitungkan dan dijaga kelestariannya demi mengangkat martabat bangsa Indonesia di bidang Kebudayaan dan Pariwisata.
Budaya Sumatera Utara - Seni Kebudayaan Tradisional Propinsi Daerah Sumut. Sumatra Utara memiliki khasanah kekayaan budaya yang beraneka ragam. Kebudayaan daerah Sumsel tersebut meliputi adat istiadat, seni tradisional, dan bahasa daerah.
Di Propinsi Sumatera Utara terdapat beberapa suku yang mendiami propinsi tersebutdiantaranya adalah suku Melayu, suku Nias, suku Batak Toba, suku Pakpak, Karo, Simalungun, Tapanuli Tengah, suku Tapanuli Selatan yang terdiri dari suku Sipirok, suku Angkola, Padang Bolak, serta Mandailing, Namun ada juga pendatang seperti suku Minang, Jawa serta Aceh. Pendatang ini membawa kebudayaan serta adat-istiadatnya masing-masing.
Seni Budaya Sumatera Utara
Musik daerah Sumatera Utara
Sama seperti budaya daerah lainnya yang ada di Indonesia Sumatera Utara juga memilki musik yang khas daerah Sumse. Musik yang biasa dimainkan di Sumatra Utara ini tergantung dengan upacara-upacara adat yang diadakan di Sumut. Yang menjadi ciri khas adalah terdapat alunan musik genderang. Seperti misalnya pada Etnis Pesisir yang memiliki serangkaian alat musik yang sebut dengan Sikambang.
Tarian Budaya Sumatera Utara
Memiliki beraneka ragam seni tari tradisional yang terbagi beberapa macam. Ada yang bernuansa magis yang berupa tarian sakral namun ada juga yang sifatnya untuk hiburan saja yang berupa tari profan. Jenis tari adat Sumut merupakan bagian dari upacara adat, sedangkan tari sakralnya biasanya ditarikan oleh dayu-datu.
Beberapa tarian yang berasal dari Sumatera Utara adalah tari Tortor, morah-morah, parakut, sipajok, patam-patam sering dan kebangkiung, tortor nasiaran, tortor tunggal panaluan.


Apakah BK di perlukan Di Sekolah ???

Setelah peranan keluarga yang berpengaruh dalam kehidupan seorang anak, maka peranan lingkungan sekolahlah yang memiliki kedudukan ke dua dalam proses tumbuh kembangnya dalam kehidupan sehari-hari, karena bisa dikatakan selama 24 jam, sekitar beberapa persen waktu si anak habiskan disekolah. Peran pendidikan ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani , kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab yang tinggi dalam bermasyarakat. Untuk mencapai semua itu, murid atau peserta didik harus dapat berkembang secara optimal dengan kemampuan yang sesuai, disinilah peran pendidikan bukan hanya bertugas membantu mengembangkan kemampuan intelek saja, tetapi juga kemampuan mengatasi masalah didalam dirinya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Sekolah tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan dalam kegiatan belajar mengajar, akan tetapi sekolah juga berfungsi dalam mengembangkan karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, guru harus lebih mengetahui dari sekadar masalah bagaimana mengajar yang efektif. Tetapi Ia juga harus dapat membantu murid dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya, sepanjang itu memungkinkan secara profesional. Dalam usaha membantu siswa itu, guru perlu mengetahui landasan, konsep, prosedur, dan praktek bimbingan konseling.
Bimbingan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkaikan bagaikan kata majemuk. Hal ini mengisyaratkan bahwa kegiatan bimbingan kadang-kadang dilanjutkan dengan kegiatan konseling. Beberapa ahli menyatakan bahwa konseling merupakan inti atau jantung hati dari kegiatan bimbingan. Banyak ahli berusaha merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Dalam merumuskan kedua istilah tersebut mereka memberikan tekanan pada aspek tertentu dari kegiatan tersebut. Untuk lebih jelaskan ada beberapa rumusan tentang istilah bimbingan.
Menurut Jones (1963), guidance is the help given by one person to another in making choice and adjustment and in solving problem. Ini senada dengan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Rochman Natawidjaja (1978). Selanjutnya Bimo Walgito (1982: 11) menyarikan beberapa rumusan bimbingan yang dikemukakan para ahli, sehingga mendapatkan rumusan bimbingan yaitu bimbingan adalah bantuan yang pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. Dari beberapa pengertian dari para ahli diatas, saya berpendapat bahwasanya bimbingan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu seseorang atau suatu kelompok dalam mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya. Sedangkan beberapa ahli memberikan makna tentang konseling dimulai menurut James P.Adam yang dikutip oleh Depdikbud (1979: 19a): Konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu di mana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang. Menurut Bimo Walgito (1982:11) menyatakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Kegiatan bimbingan dan konseling ini berbeda dengan kegiatan mengajar, karena itu sangatlah perlu adanya bimbingan dan konseling ini untuk tiap-tiap sekolah. Perbedaannya yaitu kegiatan mengajar sudah dirumuskan terlebih dahulu dan target pencapaiannya sama untuk seluruh siswa, akan tetapi kegiatan bimbingan dan konseling target dan pencapaiannya lebih bersifat individual atau kelompok, pembicaraan dalam kegiatan mengajar lebih banyak diarahkan pada pemberian informasi, atau pembuktian dalam satu masalah, sedangkan dalam konseling lebih ditujukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien, kemudian dalam kegiatan mengajar, para siswa belum tentu mempunyai masalah yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, sedangkan dalam bimbingan dan konseling pada umumnya klien telah/sedang menghadapi masalah. Juga dalam melaksanakan bimbingan konseling, bagi konselor dituntut suatu keterampilan khusus dan berbeda dengan tuntutan bagi seorang guru /pengajar. Beberapa ahli juga menyatakan bahwa bimbingan dan konseling semakin hari semakin dirasakan perlu keberadaanya disetiap sekolah. Hal ini didukung oleh beberapa factor, seperti yang dikemukakan oleh Koestoer Parwisastro (1982) sebagai berikut :
1.) Sekolah merupakan lingkungan hidup kedua sesudah rumah, dimana anak dalam waktu sekian jam (kurang lebih 6 jam) hidupnya berada disekolah.
2.) Para siswa yang usianya relative masih muda sangat membutuhkan bimbingan baik dalam memahami keadaan dirinya, mengarahkan dirinya, maupun dalam mengatasi berbagai ,macam kesulitan.
Selain itu kehadiran konselor disekolah juga dapat meringankan tugas guru seperti mengatasi masalah-masalah yang ditemui guru dalam melaksanakan tugasnya, mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang masalah afektif yang mempunyai kaitan erat dengan profesinya sebagai guru dll. Oleh karena itu konselor dan guru/ pengajar merupakan suatu tim yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Karena keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Itu sebabnya kegiatan bimbingan dan konseling sangat perlu dilakukan karena keduanya tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan sekolah.
Saya rasa hanya ini yang bisa saya tuangkan dalam tulisan ini, kurang dan lebihnya, harap di maklumi, karena saya masih dalam proses belajar :) mohon kritik dan saran yang membangun.

cr. http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/10/pentingnya-peranan-bimbingan-konseling-terhadap-peserta-didik-617303.html


Perbedaan Situasi Pendidikan di Korea dan Indonesia




Suatu hari saya diundang teman untuk makan siang bersama mencicipi salah satu makanan tradisional Korea Selatan, andong cimta. Disanalah eksplorasi pemahaman saya mengenai budaya Korea selatan (Korsel) dimulai. Teman saya itu bercerita tentang perusahaan raksasa Korsel yang juga menjadi salah satu pemain utama seluler di Indonesia. Kata-kata yang kerap mendarat di telinga saya adalah, “Kalau mau kerja di perusahaan A, siap-siap saja memulai pekerjaan tanpa memiliki waktu untuk kehidupan lain, karena kita dituntut untuk sungguh-sungguh bekerja keras!” Ketika mendengar perkataan itu, yang muncul dalam pikiran saya, “Pantas, mahasiswa Korsel terlihat begitu ambisius, mengutamakan kualitas, cepat, dan pekerja keras.” Budayakerja keras sangat lekat dengan kehidupan masyarakatini, begitu pula dengan mahasiswa-mahasiswanya.

Mungkin akan sulit kalau saya mendeskripsikan secara detail mengenai budaya“Kerja Keras” dalam masyarakat Korsel.Namun kita bis amelihat dari hal yang sederhana, yaitu bagaimana persiapan para pelajar dua minggu sebelum ujian; perpustakaan selalu penuh dengan mahasiswa yang mengambil tempat untuk belajar mempersiapkan ujian, sampai-sampai mahasiwa pertukaran pelajar lain sering mengatakan, “Rumah mereka berpindah ke perpustakaan selama masa ujian.” (Hal ini tentu saja didukung dengan fasilitas perpustakaan yang lengkap, nyaman, danterbuka 24 jam setiap hari bahkan weekend).

Dalam menyelesaikan pekerjaan, mereka juga cepat, gesit, dan sangat mengutamakan kesempurnaan.Bagi saya, pengalaman bekerjasama satu tim dengan mahasiswa Korsel banyak memberikan motivasi dan pembelajaran terhadap kehidupan sehari-hari terutama mengenai “bekerja dalam tim”. Saat itu, saya dan teman satu tim yang berisi hampir semua mahasiswa Korsel, terkecuali saya harus menyelesaikan tugas ConsumerIssueDebate(CID). Isu yang diajukan harus berasal dari kelompok kami, presentasi dan penyajiannya, serta bagaimana debat nantinya berlangsung, semua bergantungpada pemikiran kelompok kami.

Pada waktu itu, untuk mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan CID, tim sudah memulai rapat beberapa bulan sebelumnya dan dua minggu sebelum presentasi diadakan, tim-tim dalam kelompok tersebut memotivasi satu dan lainnya untuk menyelesaikanmateri presentasi. Sisa waktunya akan dihabiskan untuk Rehearsal (latihan terakhir).

Tidak hanya dari sisi mahasiswa saja. Para dosen yang mengajar pun tidak kalah dalam merespon, pengajaran, dan latar belakang. Beberapa perbedaan saya rasakan selama berada di Korsel, yakni;
Petama, sistem pengajaran mereka cepat, jika diBandung untuk satu semester saya belajar 6-8 bab, maka diKorsel saya bisa belajar satu buku penuh yang terdiri dari 13-16 bab.

Kedua, metode pengajaran yang disediakan di Korsel bervariasi dan mengutamakan pada pemahaman mahasiswa. Entah karena metode pengajaran mereka yang bagus atau kebetulan mata kuliah yang saya ambil memang membutuhkan banyak pemecahan studi kasus, proyek videografi, consumer reserarch, mengadakan survey kepada konsumen, interview isu-isu terbaru, hingga menghitung harga reservasi konsumen dan saya merasa lebih aplikatif. Mungkin apa yang kita alami selama perkuliahan di Indonesia adalah metode pengajaran yang dipakai lebih ke satu arah atau masih bersifat studi literatur.

Ketiga,setiap akhir perkuliahan atau topik, para dosen selalu menanyakan kepada mahasiswa apakah sudah benar-benar memahami atau belum (Beberapa dosen di negara kita telah menerapkan metode ini, namun entah kenapa terkadang respon kita suka berbeda).

Keempat, para dosen sungguh menghargai mahasiswa walaupun usianya terpaut jauh. Hal ini terlihat dari hal-hal kecil yang mereka lakukan, seperti; perkuliahan selalu dimulai tepat waktu, apabila dosen terlambat dua menit saja, mereka langsung meminta maaf pada mahasiswa-mahasiswanya. Kemudian, mereka selalu meluangkan waktu untuk para mahasiswanya. Apabila ada satu hal yang belum dimengerti,para dosen menyiapkan waktu untuk konsultasidan memberikan jalur serta ruang komunikasi yang terbuka.Selain itu,dosen-dosen yang mengajar di universitas hanya diperbolehkan bagi yang bergelar profesor dari luar negeri, USA adalah tempat favorit mereka untuk menimba ilmu.


Di akhir cerita ini, ada beberapa kesimpulan yang dapatditerapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Ketepatan waktu dan perasaan. Jika tidak tepat waktu,maka kita sudah merugikan oranglain. Selain itu, Respect and Appreciation, Punctuality, serta mindset“apakah hal yang kita utarakan dapat diaplikasikan dan sesuai dengan kualitas yang diekspektasikan atau tidak”.Memang tidak sederhana, tapi saya percaya banyak dari mahasiswa Indonesia yang memiliki kualitas demikian. Saya pun masih dalam proses pembelajaran dari inspirasi-inspirasi yang mereka berikan untuk hidup saya.


Satu hal penutup yang cukup membuat saya terkesima dengan moralitas masyarakat Korsel, mereka tidak memiliki keberanian untuk mencuri. (Saya tidak membandingkan atau bukan berarti di indonesia seperti itu, namun hal ini adalah hal utama yang membuat saya impressed) Apabila kita meninggalkan barang secara tidak sengaja di tempat umum, jangan takut untuk kehilangan. Karena kita bisa melacaknya atau pihak tersebut tidak akan mengambil dan bahkan mengembalikannya. Semoga cerita ini memberi inspirasi bagi kita semua.

cr. dian agustin